Rabu, 26 September 2012

Experience Need Courage


Setiap hari bagi saya adalah anugerah yang tak pernah saya lupakan (InsyaAllah). Saya mencoba memahami bagaimana kehidupan ini begitu bermanfaat bagi kehidupan saya kelak. Dan ternyata manfaat itu tidak datang dengan sendirinya, akan tetapi hari yang bermanfaat itu datang disaat kita menjalaninya.

Well, berhubung dengan keinginan saya untuk menulis sudah tidak tertahankan lagi, maka saya ingin bercerita sedikit tentang kehidupan kuliah saya yang tidak jauh dari kehidupan orang dewasa. Mengapa dewasa? Dewasa karena saya rasa, saya sudah bisa menjalani hidup ini dengan mandiri (at least sebisa mungkin hidup dengan usaha sendiri).

Akhir-akhir ini saya mendapatkan tawaran job untuk mengajar disana-sini. Ada yang minta untuk diajarkan bahasa inggris, ada yang minta Matematika, ada juga Fisika yang membuat kepala pusing bukan kepalang (ini versi saya). Dari sekian banyak tawaran yang saya dapatkan ada satu hal yang membuat saya bingung terhadap diri saya sendiri. Saya ini jurusan Teknik Informatika, but why I teach an English??? Sangat tidak ada korelasinya sama sekali.

Alasan pertama, yaitu saya memang benar-benar tidak bisa menguasai betul bahasa inggris yang benar itu seperti apa. Ngomong cap-cip-cus saja tidak bisa, apalagi mau mengajari (sekali lagi inilah realita kehidupan saya).

Kedua, saya rasa masih banyak diluar sana yang lebih ‘jago’ dalam berbahasa inggris ria. Ya, banyak kok temen saya yang masuk jurusan sastra inggris yang notabene pastilah lebih mengerti dan bisa mengajarkan bahasa inggris dengan luwes.

Ketiga, saya tidak mempunyai basic untuk speaking selama 1.5 jam di depan kelas. Lima menit bisa speaking with english aja udah hebat banget. Nah, ini saya harus mengajar dengan bahasa inggris dengan full english selama 1.5 jam. Helllooo.. mau taruh dimana muka saya??

——————–
Nah, tadi itu weakness yang saya miliki. Ketika saya melihat banyak kekurangan dalam diri saya, saya pun menyadari bahwa kekurangan yang saya miliki itu muncul karena saya belum pernah mencobanya. Saya hanya memikirkan ini dan itu sebelum saya sendiri mencobanya. Well, saya dengan nekat langsung ‘BISMILLAH’ untuk mengajar bahasa inggris for Junior High School.

——————–
At least, saya rasa meskipun banyak kekurangan disana sini selama satu setengah jam, tetapi tetap saya merasa bangga karena ternyata saya mampu speaking selama jenjang waktu tersebut. Ya saya bisa! (meskipun masih ada kekurangan).

Dari sanalah saya memahami, bahwasannya sebenarnya saya itu mampu dan pada akhirnya akan mampu jika yakin dan take an action. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu batu loncatan saya untuk menggapai mimpi belajar di benua biru kelak. Amiin..

-English Teacher in Smile Club Course-
Read More

Minggu, 22 Juli 2012

Efek Basmallah

Bismillahirrohmannirohim
(Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang)

Basmallah sebuah kalimat yang tidak asing bagi seorang muslim. Basmallah diucapkan ketika akan memulai setiap perkara yang bermanfaat. Rasulullah bersabda, “Setiap perkara yang tidak dimulai dengan bismillah (dalam riwayat lain: dengan mengingat Allah), maka amalan tersebut terputus (kurang) keberkahan-Nya.”

Sungguh benar setiap perbuatan itu harus dimulai dengan membaca Basmallah. Jika ingin mendapatkan barokah dalam setiap tindakan maka ucapkanlah basmallah.

Besar sekali loh efek basmallah itu. Saya sendiri tidak bisa menyangka bahwa ada kandungan kekuatan dalam bacaan basmallah. Sudah saya buktikan berkali-kali dan hasilnya selalu tepat!

Bukti terakhir yang saya dapatkan akibat efek Basmallah adalah mulai berduyun-duyun mahasiswa/mahasiswi datang mendaftarkan diri sebagai santri baru di asrama saya. Asrama ini terletak di Pesantren Mahasiswa/Mahasiswi Firdaus – Malang.

Ceritanya seperti ini:

Ketika itu, mungkin 2 minggu yang lalu [saya lupa pastinya], saya disuruh oleh pengurus pondok untuk menyebarkan brosur pondok di kampus-kampus dan masjid-masjid disekitar kota malang. Saya meng-iyakan saja. Tanpa basa-basi setelah selesai shalat dzuhur berjamaah di masjid saya berangkat menggunakan motor dengan tak lupa membaca bismillah terlebih dahulu.

Oh ya, sebelumnya, setiap pergi kemana-mana, saya selalu tak lupa untuk membaca do’a atau minimal membaca basmallah. Saya berfikir, membaca do’a sangatlah penting. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi beberapa detik atau beberapa menit kemudian. Saya membaca do’a untuk keselamatan diri saya. Dan Alhamdulillah, sejauh ini saya selalu selamat sampai tujuan.

Dalam pikiran saya, “Saya harus membaca bismillah sebelum menempel ini” “Siapa tahu brosur ini bermanfaat dan ada yang tertarik untuk mendaftar di asrama saya”

Do’a saya ketika itu;

“Bismillahirrahmaanirrahiim” “Semoga dengan saya menempel brosur ini, kedepannya banyak yang mendaftar di asrama firdaus”

Kemudian saya mulai menempel satu persatu brosur diberbagai tempat dan setiap kali akan menempelnya saya ucapkan basmallah.


Saat ini yang mendaftar sebagai santri baru di pondok saya mungkin sudah ada 4 orang dan ada satu orang lagi yang mau mendaftar. Semoga akan semakin banyak..

Mungkin tidak ada satupun dari mereka yang melihat brosur yang saya tempel. Tapi kok saya yakin sekali ya, hal ini terjadi karena saya mengawalinya dengan basmallah. Saya tidak tahu, hal ini ada kaitannya atau tidak dengan tindakan saya yang selalu mengawali membaca basmallah sesaat sebelum menempel brosur. Tapi saya yakin pastilah ada korelasinya.
Read More