Minggu, 28 Juli 2013

Mempersiapkan Diri Untuk Berburu Lailatul Qadar

Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk #berburu Lailatul Qadar? Bagi yang belum tahu apa itu Lailatul Qadar, mari kita simak pembahasan dibawah ini:

Lailatul Qadar adalah satu malam yang 'paling bergengsi' yang hanya terdapat pada bulan Ramadhan. Digambarkan dalam Al Qur'an bahwasannya malam itu adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Atau jika ambil perhitungan maka seribu bulan itu kurang lebih 83 tahun. Mari kita bayangkan apabila kita mendapatkan satu malam tersebut yang pahalanya seakan-akan kita telah beribadah sepanjang 83 tahun 24 jam non-stop. #Subhanallah... siapa yang tidak tergiur?


Perlu kita ketahui bersama, bahwasannya pada sepuluh hari terakhir ramadhan ini, Nabi Muhammad SAW paling banyak melakukan ibadah dibandingkan hari-hari lainnya. Aisyah ra, mengisahkan pada kita perihal sepuluh hari terakhir ramadhan:

"Adalah Rasulullah SAW apabila memasuki 10 hari terakhir ramadhan, beliau mengencangkan tali sarungnya (yakni meningkatkan amaliah ibadah beliau), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya" - Muttafaqun 'alaihi.

Bahkan apabila kita ikut 'menghidupkan' Lailatul Qadar, kita mendapatkan garansi dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah SWT.

"Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." - HR. Bukhari

Well, sebenarnya masih banyak sekali keutamaan dari Lailatul Qadar, dan itu bisa dicari di internet dengan mudah. Nah, yang paling penting sekarang adalah apa yang perlu kita persiapkan sebelum 'berburu' Lailatul Qadar atau yang biasanya umum kita kenal dengan I'tikaf?

Yuk kita bahas satu-persatu!

1. Persiapkan do'a
Yap! sangat penting sekali kita menyiapkan do'a. Karena pasti tidak mau kan pas lagi i'tikaf kita cuma shalat kemudian melongo karena tidak tahu apa yang harus diperbuat. Apabila kita sudah persiapakan do'a-do'a apa saja yang akan dipanjatkan saat I'tikaf, maka kita akan lebih fokus dalam berdo'a kepada Allah, benar begitu? Lalu do'a apa saja yang perlu kita persiapkan? Banyak! Misal;

>> Do'a memohon ampunan Allah SWT. Ya sadar diri lah kita banyak dosa.. hehe

>> Do'a untuk kedua orangtua kita, sanak saudara, sahabat / teman kita, tetangga kita, dan jangan lupa untuk saudara kita yang seiman dan setaqwa, agar mereka diberikan kemudahan dan kelancaran rezeki; diberikan kesehatan; diberikan ampunan; diberikan kesabaran; dan berdo'a agar kita semua bisa bertemu kembali di akhirat kelak (tentunya ketemu di surga ya, bukan di neraka :D)

>> Do'a memohon agar impian kita di-ijabah sama Allah. Misal, minta lulus ujian, skripsi, jodoh, pekerjaan, dan selipkan juga do'a-do'a impian orang lain (ortu, saudara, teman, dll) agar diijabah sama Allah.

"Do'a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah do'a yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali di berdo'a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'" - HR. Muslim
>> Dan do'a-do'a lainnya


2. Shalat Malam
Salah satu amalan yang penting adalah Qiyamul Lail. Sebisa mungkin perbanyak dan per-khusyuk shalat kita. Dan juga siapkan ayat-ayat yang akan kita baca saat Qiyamul Lail, klo bisa dipahami juga artinya. Bisa dijamin jika kita sudah siapkan ayat-ayat yang akan kita baca dan paham artinya saat shalat nanti kita akan lebih khusyuk dan menangis haru mengerti makna ayat yang kita baca..

3. Target Membaca dan Memahami Al Qur'an
Selalu bawa Al Qur'an yang ada terjemahannya saat I'tikaf. Ini penting! Di awal Ramadhan kita sudah membuat target (seperti ini) tentang bacaan kita saat ramadhan. Bila targetnya belum terpenuhi, alias masih banyak yang tertinggal jauh, maka malam inilah saatnya kita menuntaskan target-target kita.

4. Menghafal Al Qur'an
Bila ingin menghafal Al Qur'an maka waktu ini juga waktu yang pas bagi kita. Kita menjadi lebih tenang saat menghafal., kita menjadi lebih fokus saat menghafal, dan kita akan semakin tertantang untuk menghafal, karena tidak mau saat shalat bacaan ayat yang dibaca itu-itu saja.. ya nggak? :D

5. Bawa infak
Selain membawa Al Qur'an sebaiknya kita juga mempersiapkan infak. Tentukan kita mau infak berapa dan mulai sekarang sudah dipersiapkan untuk 10 malam. InsyaAllah, Allah SWT akan membalas ikhlas kita berkali-kali lipat baik di dunia maupun di akhirat.

6. Fisik
Kondisi fisik juga perlu diperhatikan. Usahakan saat siang hari kita memiliki waktu untuk istirahat yang cukup. Karena malam harinya kita akan benar-benar fokus untuk ibadah, dan itu membutuhkan energi. Kemudian usahakan juga setelah tarawih atau isya langsung segerakan istirahat dan jangan lupa setel beker agar kita terbagun. (saran: klo bisa sebelum jam 1 dini hari sudah mulai ya)

Mari kita persiapkan semua 'perbekalan' berburu kita terhadap Lailatul Qadar. Manfaatkan malam ini untuk kita mendekatkan diri kepada Allah. Jaga 10 malam terakhir untuk beribadah, karena insyaAllah jika diperkenankan kita akan bertemu dengan malam Lailatul Qadar. Karena ulama mengatakan; 

'Mereka yang menghidupkan malam, maksudnya beribadah kepada Allah, pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan akan mendapat pahala lailatul qadar walaupun tidak merasakan tanda-tanda datangnnya malam lailatu qadar'.

"[1] Sesungguhnya kami telah menurukannya (Al Qur'an) pada malam qadar. [2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. [4] Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. [5] Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar. (QS. Al Qadr: 1-5)"
Read More

Jumat, 26 Juli 2013

Memaknai Peringatan Nuzulul Qur'an dengan Introspeksi Diri

Sejenak kita berpikir apa makna sebenarnya dari peringatan Nuzulul Qur'an. Sedari kecil hingga kini kita selalu dibayang-bayangi oleh pemikiran 'Oh, nuzulul qur'an itu adalah hari diturunkannya Al Qur'an', bukankah begitu? Ada benarnya juga kita berpikiran seperti itu, namun pernahkah kita berpikir lebih jauh dari itu? maksudnya, tidak sekedar tahu Al Qur'an  turun saja akan tetapi sejauh apa peran kita terhadap turunnya Al Qur'an tersebut?


Coba kita tanya kepada diri kita masing-masing, "Buku apakah yang paling baik dan paling bagus di muka bumi ini?" Mungkin sebagian besar menjawab 'Al Qur'an'. Ya, kita meyakini Al Qur'an adalah buku terbaik dan terlengkap yang ada di muka bumi ini, tapi pernahkah kita membacanya hingga khatam beserta artinya? Ada yang pernah? catat!

Sekarang kita tanya lagi kepada diri masing-masing, "Pernahkah kita khatam membaca Al Qur'an dalam selang waktu satu minggu (kali ini tanpa arti)". Saya sendiri tersindir dengan pertanyaan ini. Adanya yang pernah kita khatam-kan adalah novel Laskar Pelangi, Harry Potter, dan buku-buku tebal lainnya, dan hebatnya buku yang minimal setebal 300 hingga 500 halaman itu bisa tuntas dalam waktu dua hari satu malam, ya kan? catat!

Mari kita beralih pada pertanyaan lainnya, "Pernahkah kita ditanya orang tentang perihal sudah khatam al qur'an berapa kali?". Ada yang jawabannya satu kali, empat kali, bahkan mungkin sudah puluhan kali. Hebat! Tapi, apakah kita tahu bahwasannya surat Yusuf itu memiliki cerita yang sangat indah? Apakah kita tahu cerita nabi Musa tersebar paling banyak di Al Qur'an dibandingkan nabi-nabi yang lainnya? catat!

Seharusnya peringatan nuzulul qur'an tidak sekedar kumpul, dengarkan ceramah dan kemudian makan-makan, akan tetapi yang lebih diutamakan adalah introspeksi diri sendiri tentang peran kita terhadap Al Qur'an.

Bila kita sudah bisa membacanya maka dilanjutkan dengan membaca artinya.
Bila kita sudah bisa membaca + membaca artinya, maka bisa dilanjutkan dengan mempelajari tafsirannya.
Bila kita sudah bisa membaca + membaca artinya + mempelajari tafsirannya, maka kita bisa mulai untuk mengajarkannya dan kemudian mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya.


Apabila hingga saat ini kita merasa belum bisa membaca Al Qur'an, maka mulailah dari sekarang.

"Dan sungguh, telah kami mudahkan Al Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (QS. Al Qamar: 17, 22, 32, dan 40)

Ayat diatas bahkan sampai diulang-ulang hingga empat kali. Itu berarti Allah sudah pasti menggaransi kita semua akan dimudahkan belajar Al Qur'an bila kita sungguh-sungguh mempelajarinya.

Belum bisa membaca Al Qur'an? Lalu untuk apa metode Iqro', Abata, Al Bana, Granada, Qiro'ati, Al Barqy, Ummi, dll diciptakan? FYI, Indonesia adalah negara dimana metode belajar Al Qur'an paling banyak diciptakan di seluruh dunia. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak bisa membaca Al Qur'an.

"Aisyah ra. berakata, Rasulullah SAW bersabda, 'Orang yang membaca Al Qur'an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia dan berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al Qur'an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan ketika membacanya, maka baginya dua pahala.' (Muttafaqun 'alaihi. HR. Al Bukhari dan Muslim)"

Belum bisa membaca dengan tartil? Lalu untuk apa elektronik, seperti tv, hp, tape, komputer kita beli? bahkan untuk apa saja teknologi internet kita manfaatkan? Kita bisa mengunduhnya dari internet dan belajar dari Ahmad Saud, Asy Sudais, Syaikh Musyari, Syaikh Al Ghomidi, dll. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak bisa membaca Al Qur'an dengan tartil.

"Dari Abu Lubabah Basyir bin Abdul Mudzir, sesungguhnya Nabi SAW bersabda 'Barangsiapa yang tidak memperindah suarang (ketika membaca) Al Qur'an, maka ia bukan bagian dari kami' (HR. Abu Daud, dengan sanad yang baik dan dishahihkan oleh Al-Albani)"

Begitu juga sudah banyak sekali Al Qur'an yang dijual beserta terjemahannya, bahkan hingga terjemahan kata per kata, seperti Al Qur'an Robbani. Sedang untuk tafsir juga sudah sangat banyak sekali beredar, baik itu dalam bentuk buku ataupun dalam bentuk digital dan kita bisa mengunduhnya dari internet. Sehingga tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak pernah membaca arti Al Qur'an atau membaca tafsirnya.

Bilamana semuanya mengerti akan maksud dan kandungan dari peringatan nuzulul qur'an seperti ini, maka insyaAllah potensi diri kita akan melejit dengan sendirinya. Kita akan menjadi pribadi yang unggul! Kita akan menjadi pribadi yang mulia di sisi Nya. Sudah siap? InsyaAllah, wajib! :)

"Bacalah Al Qur'an, karena pada hari kiamat ia akan datang sebagai syafaat untuk para pembacanya" (HR. Muslim)
Read More

Rabu, 24 Juli 2013

Hari Kedua Mengisi Training #FITRA

Edisi sebelumnya disini :D

Hari kedua atau lebih tepatnya tanggal 19 Juli 2013, kami bertiga (Saya, @NursihDwi dan @Masmasagus) melanjutkan kegiatan training di SMKN 13 Malang. Saat itu cuaca di luar sangatlah cerah, seakan menghapus nuansa dingin subuh sebelumnya. Dua orang tiba lebih dulu, dan saya.... dan saya sekali lagi --- terlambat XD | Sebenarnya nggak telat-telat amat sih. Saya dateng pas murid-murid SMK sudah pada kumpul di ruangan dan acara akan segera dimulai. Istilahnya "Injury Time" hehe.. Saya telat gara-gara memang setiap pagi harus nganter someone ke sekolah, so mau g mau ya harus bisa bagi waktu. But, the most important is the plan is running well, ya nggak? :D

Mas Agus on action (MC)

Ada dua materi yang kami bawakan pada hari itu. Pertama adalah 'Menjadi Generasi Unggul' dan yang kedua adalah 'Etika Pergaulan'. Pemateri pertama saya dan pemateri kedua @NursihDwi.

Jujur saja hari itu saya tidak ada persiapan sama sekali. Maksudnya saya memang tidak berlatih seperti kegiatan-kegiatan training sebelumnya. Biasanya sebelum hari-H kami, tim #FITRA, selalu berlatih seminggu atau dua minggu sebelumnya untuk memantapkan materi. Tapi kali itu tidak sama sekali, karena memang seperti yang pernah saya jelaskan sebelumnya acara ini super-duper-lemper dadakan :D. Tapi Alhamdulillah saya bisa tampil pede dan para Taruna-Taruni tampak semangat memperhatikan materi. Mungkin dulu-dulunya sudah pengalaman, jadi hanya tinggal modal pengalaman semuanya jadi lancar... #Alhamdulillah..


Materi kedua, yaitu Etika Pergaulan yang dibawakan oleh @NursihDwi cukup menyita perhatian para Taruna dan Taruni kala itu. Semuanya terfokus pada materi. Mungkin karena materi Etika Pergaulan yang berisi tentang fenomena kaum remaja sekarang seperti merokok, narkoba, pergaulan bebas, minuman keras, hingga aborsi sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Atau mungkin juga mereka tertarik oleh pembawaan pemateri kala itu, @NursihDwi. hehehe... ::peace::



Setelah dua materi disampaikan berarti hari itu adalah hari terakhir kami disana dan kami bersiap-siap untuk pamit pulang. Tapi sebelum pulang kami dicegat oleh bapak Hasan (salah satu guru disana). Beliau mengatakan bahwasannya guru-guru dan murid-murid disana cukup puas atas penampilan kami, sehingga beliau meminta kami untuk menambah satu hari. Wow! Pada akhirnya kami menerima tawaran itu :). Saya pribadi bangga mendapat tanggapan positif seperti itu :), tapi juga ngeluh karena harus nulis lagi.. hehehe

See my last part ya!







Read More

Selasa, 23 Juli 2013

Rumahku (akan) Menjadi Sebuah Pesantren

Sumpah! aslinya males banget nulis.., Nih males karena disebabkan saya nggak punya ide sama sekali. Yah maklum masih newbie, unyu-unyu, jadi nggak bisa selancar penulis profesional.. tapi harapan menjadi penulis profesional tetap ada :D

Klo gitu saya mau cerita tentang kejadian kemarin yang membuat saya shock secara tiba-tiba. Saya benar-benar kaget bin haru biru ketika ditelpon sama umi saya. Kaget karena tiba-tiba, haru biru karena bangga. Jadi ceritanya gini. Kemarin, pas waktu lagi berbuka di masjid ada sms masuk;

Kakak: "Ping, nomor A* mu aktifin ya, umi mau nelp"

Sms itu nggak langsung saja jawab karena pas kebetulan menu berbukanya ayam bakar. Ayam Bakar Meeeen!! :D Jadi ya mau g mau perut + mulut nggak bisa kompromi klo masalah yang beginian.. hehe.. *ya meskipun makannya sedikit agak terburu-buru, takut dibilang durhaka sama ortu.

Ba'da berbuka, langsung saja ku buru-buru bales tuh sms "Udah" - send

Kemudian umi saya telepon:

::::Basa-basi sebentar, kemudian lanjut ke obrolan lain::::
Umi: "Ping, ada kabar baik." lanjut umi saya
Wiihh, jangan-jangan saya mau ditransfer duit nih. Saya sumringah bin ngiler~
Saya: "Kabar apa, Mi?" balas saya sambil berharap.. hehe
Umi: "Umi mau buat pesantren mahasiswi"
Saya: "Eh?" saya kaget campur keselek biji salak
Umi: "Agustus ini rencana mau buka" lanjut umi saya
Saya: "Apa??" saya tambah kaget
Umi: "Dan sekarang sudah ada santrinya, tiga orang" cerocos umi saya
Saya: "WHaaat?" #gubrak! saya pingsan..~

Kaget + Bingung sebentar. Tarik nafas dalam-dalam dan melanjutkan cerita:

Sebenarnya ini sudah cerita obrolan lama antara saya dan umi saya. Saya yang memang selama mahasiswa tinggal di asrama Pesma Firdaus malah menginspirasi umi saya untuk memiliki sebuah pesantren yang berbasis mahasiswa/wi. Dulu saya anggap obrolan tentang keinginan umi untuk memiliki sebuah pesantren berbasis mahasiswa sebagai angin lalu. Saya biarkan mengalir saja cerita itu.

Tapi entah mengapa setelah kejadian tanggal 23 Juni 2013 kemarin (baca disini), dimana umi saya berbincang-bincang dengan pimpinan pesma kami yaitu Bu Nur'ainy tentang pesantren mahasiswa. Umi saya malah semakin berkobar-kobar, membara, dan beruap-uap untuk menuntaskan mimpinya membangun sebuah pesma. Wiihh...!


Saya sendiri berpendapat bahwa disaat umi saya sedang memiliki mimpi dan ambisi maka tidak ada satupun yang tidak tercapai. Sepengetahuan saya, hampir semua yang dulunya sekedar obrolan biasa, malah terwujud dan menjadi luar biasa! Beh! dan ini buktinya.. obrolan tanggal 23 Juni dan akan direalisasikan bulan Agustus depan.. OMG!

Saya: "Terus, ruangannya gimana, Mi?" tanya saya penasaran
Umi: "Loh? ya pake rumah kita dong"
        "Yang sebelah barat (1 lantai) untuk keluarga."
        "Yang sebelah timur (2 lantai) untuk asrama putri"
Saya: "Oh gitu. Berarti rumahnya disekat ya?"
Umi: "Ya liat aja nanti"
Saya: "Terus.... ntar aku tidur mana miii -__-'? "
Umi: "Ya kamu tidur bareng umi"
Saya: "Jiaahhh~" #apes

Pada akhirnya, tadi malam saya disuruh minta kurikulum pesma firdaus sebagai contoh model pendidikan pesma umi saya ini. Saya lapor kepada bu nyai saya (Bu Nur) perihal berita ini. Satu kata yang beliau ucapkan dan membuat pikiran saya menjadi terbuka
"Bagus itu! Kita memang harus terus berdakwah, salah satunya dengan Pesantren Mahasiswa"
--------------------
Well, mudah-mudahan impian umi saya bisa terwujud, dan pasti terwujud. Saya selalu mendukung beliau selama itu untuk kemaslahtan umat dan dakwah. Saya juga minta do'a teman-teman semua perihal cerita garing ini. Do'akan ya!


Read More

Minggu, 21 Juli 2013

Pernahkah Kita Memikirkan Perasaan Allah?

Kamu itu kok nggak ngerti sih perasaankyu?
Ih, tega banget sih kamu, nyakitin hatikyu..
Kamu gitu banget sih sama akyu..

#hueee' <~

Pernah kah mendengar perkataan seperti diatas? Bagaimana perasaan kalian apabila lagi asik-asiknya belajar, kemudian salah seorang teman kalian datang secara tiba-tiba sambil telpon2an memamerkan kemesraan dan keluar perkataan seperti itu. Aiihh rasanya kalo denger kalimat seperti itu ingin sekali ambil tong sampah sambil huek-huek terus lempar tuh tong sampah ke arah mukanya.. byar.. ceplak.. ceplak..

Sudah menjadi fenomena umum dikalangan remaja (bahkan anak-anak pun sekarang mulai ikut-ikutan). Entah, saya sendiri tidak habis pikir mereka bisa mengucapkan kata-kata seperti itu. Padahal belum nikah tapi lagaknya sudah main mesrah-mesrah.. ahh~


----------
Sering kali kita disibukkan dengan yang namanya 'perasaan'. Ketika kita dipermainkan orang, yang ada perasaan kesal. Kita ditipu orang, yang ada perasaan pengen nendang tuh orang. Kita diingkari kawan, yang ada perasaan ingin melawan. Ya... pada akhirnya setiap tindakan yang tidak sesuai dengan apa yang kita impikan pasti akan berakhir masalah perasaan. Itulah manusia..

Namun pernah kah terbersit dalam pikiran kita bagaimana 'Perasaan Allah' ketika diingkari oleh umatnya? ketika diacuhkan, ketika tidak dipedulikan, ketika dijauhkan, ketika diabaikan, ketika diduakan, dll?

Allah yang telah menciptakan seluruh alam semesta, langit dan bumi yang diantaranya terdapat tanda-tanda kekuasan-Nya hanya ingin semuanya tunduk dan berserah diri pada-Nya. Semua makhluk yang ada tunduk kepada Allah SWT, kecuali beberapa dari golongan manusia dan jin.

Allah adalah pemilik dan pemberi cinta, yang dalam cinta-Nya pun ada emosi dan romantisme yang selalu mengikutinya, seperti cemburu, ingin dipuji, memberi dan memaafkan. Hal tersebut dipaparkan oleh Rasulullah saw saat mengomentari kecemburuan Sa’ad bin Ubadah seperti yang dituturkan oleh Al Mughirah :
“Sa’ad bin Ubadah berkata, “Jika aku melihat ada seorang laki – laki berada bersama istriku, maka aku pukul dia dengan bagian pedang yang tajam.” Maka perkataannya ini disampaikan kepada Rasulullah saw, hingga Rasulullah saw menjawab, “Apakah kalian merasa heran dengan rasa cemburu Sa’ad? Demi Allah, aku memiliki rasa cemburu yang lebih besar darinya. Allah memiliki rasa cemburu yang lebih besar dariku. Akibat rasa cemburu-Nya tersebut, Dia haramkan berbagai perkara yang keji, baik yang terang – terangan, maupun yang tersembunyi. Tidak ada seorangpun yang dapat mengalahkan rasa suka Allah terhadap permohonan maaf. Oleh karena itu, Dia utus orang yang membawa kabar yang menggembirakan dan yang membawa peringatan. Tidak ada seorang pun yang lebih menyukai pujian dibandingkan Allah. Oleh karena itu, Allah menjanjikan surga.” (HR Bukhari)
Rasa cinta Allah merupakan rasa cinta yang sebenar-benarnya cinta. Cinta yang tak kenal pamrih. Cinta yang selalu memberikan apa yang hamba-hambanya inginkan. Bahkan kesetiaan dan pengkhianatan hamba-hamba-Nya tidak akan mengurangi keagungan-Nya. Keseluruhan cinta milik Allah adalah untuk kebahagiaan hamba-hamba-Nya

Allah cemburu pada hamba-Nya yang senang melakukan perbuatan keji, berpaling, menuruti hawa nafsu. Bukan karena Allah itu takut atau merasa rugi tidak dicintai oleh hamba-Nya, akan tetapi agar hamba yang dicintai-Nya tersebut tidak terpisah dari Kerahman dan Kerahiman Nya kemudian terjerumus ke dalam jurang kehancuran yang menyengsarakan kehidupan dunia akhirat.

Kita yang dihidupkan di dunia bukanlah semata-mata untuk hidup saja, namun kita diwajibkan untuk menjalani ajaran yang telah diberikan oleh Allah SWT. Apabila ada hambaNya yang tidak tunduk, angkuh, sombong, melalaikan ajaran-Nya dan berbuat maksiat, tentu saja Allah merasa tersakiti karenanya. Sudah banyak bukti di Al Qur'an bagaimana perasaan Allah ketika umatnya lalai dan tidak tunduk dalam menjalankan ajarannya. Allah benar-benar sangat murka kepada umatnya yang mempermainkan perasaan-Nya.

Bisa saja Allah langsung menimpakan azab terhadap hambanya yang telah mempermainkan perasaan-Nya. Namun, Allah SWT merupakan zat yang Maha Penyabar dan selalu sayang terhadap hamba-hamba-Nya. Ia masih setia menunggu kita untuk memohon ampun pada-Nya.

Apabila saat ini kita mengaku mencintai Allah, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga perasaan Allah. Jika tidak, maka berhati-hatilah, karena Allah juga bisa memutuskan hubungan. :)

Read More

Jumat, 19 Juli 2013

Training FITRA di SMKN 13 Malang - #11 Ramadhan

Kemarin tepatnya hari Kamis (18/07/13) saya beserta tim #FITRA (Firdaus Training Center, badan usaha milik Yayasan Pesantren Mahasiswa Firdaus) yang terdiri dari @NursihDwi dan @Masmasagus mengisi kegiatan Pondok Ramadhan di SMK Negeri 13 Malang. Disana kami bertiga bertugas menjadi trainer motivasi bagi para Taruna dan Taruni.

Salah satu sisi gedung pembelajaran SMK Negeri 13 Malang

Pada awalnya, informasi untuk mengisi acara training yang saya dapatkan ini adalah informasi dadakan, alias baru dapat informasi dua hari menjelang acara dimulai. Bisa dibayangkan saudara-saudara? Bisa dibayangkan persiapan yang harus dilakukan seperti apa? Parahnya lagi, para trainer-trainer #FITRA lainnya sudah memiliki kesibukan masing-masing, sehingga kami bertiga bisa diistilahkan menjadi korban informasi dadakan ini. huhuhuhu T.T

Ruangan yang kami gunakan :)

Mau tidak mau acara ini harus berjalan. Entah itu ada berbagai hambatan dan rintangan, pokoknya acara ini haruslah berjalan sesuai koridor, alias berjalan sesuai rencana. but? rencana apa yang diperbuat? Hanya satu kata yang ada saat itu 'Nothing!'

Rundown kegiatan
Sebenarnya bukan tidak ada persiapan sama sekali, namun kita berpatokan dengan 'The Power of Kepepet'. Bukan berarti kami asal tampil (sebelumnya kami sudah sering tampil), tapi persiapan dua hari yang sangat dekat itu membuat kami harus berpikiri cepat! Secepat reflek abang becak ketika ada pelanggan yang memanggilnya di pojok gang.. wushh!

Taruna dan Taruni SMK Negeri 13 Malang

Well, karena materi sudah ada, jadi kami agak tenang. Tinggal memantapkan hati agar tidak gerogi di depan forum, memantapkan kalimat yang akan diucapkan agar bisa mengena dihati para pendengar, dan memantapkan niat dalam-dalam agar kami selalu ikhlas dan totalitas ketika kami mengisi materi.

Peserta yang antusias :) *Terima Kasih!

@Masmasagus on action

Dan pada akhirnya kekuatan 'The Power of Kepepet' bisa diterapakan. Meski durasi pendek (08.30 - 11.00), para Taruna dan Taruni semua sangat antusias dengan kami. Semua mendengarkan dengan sekasama dan juga memberikan feed back yang baik kepada kami.. Sungguh luar biasa! terima kasih para Taruna Taruni!:D


::: Pada kesempatan hari pertama, kami dari tim #FITRA hanya memberikan satu buah materi, yaitu materi Aqidah. Namun untuk hari kedua kami memberikan dua buah materi (Ditungguin aja postingannya :D ) :::

Pembagian Tugas Hari Pertama
@Masmasagus membawakan materi Aqidah
@NursihDwi menjadi tim Ice Breaker dan Games, dan
Saya (@FirdausIping) menjadi Master of Ceremony











Read More

Rabu, 17 Juli 2013

Rezeki Puasa dan Pudding Cake

Sebenarnya sudah sekali lama ingin post gambar ini. Tapi gara-gara rasa malas, akhirnya baru bisa terlaksana sekarang.. sory ya!

Latar belakang
________________
Ceritanya gini, waktu itu, Senin, 8 Juli 2013, hape saya berdering. "KRINGG!" Tiba-tiba ada sms masuk. Kulihat sms itu berasal dari sahabatku, @NursihDwi:

N: "Ooy,, Daus, lg di luar ya? Shaum ga?"
F: "Iya lagi di luar.. InsyaAllah sampe sekarang masih shaum. Ada apa memangnya, Nursih?"
N: "Nggak.. Ntar pulangnya bisa mampir kost saya? Bentar aja. | Oh ya, Helga (@HelgaGeovani) di Malang?"
F: "Oohh.. Aku rencana mau sms klo mau kesana ba'da ashar. Mau minjemin bukuku. Eh, keduluan Nursih. Hehe..| Iya, ba'da ashar kesana deh.| Wah, belum tahu dah.. tak tanya Helga dulu."
N: "Oh, teladan rasul (@TeladanRasul) itu ya.. ok.. ok.. makasih."

Isi
________________
Akhirnya setelah shalat ashar berjama'ah, saya putuskan untuk kembali ke Pesma Firdaus dan sekalian mampir ke kost temanku terlebih dahulu.

F: "Saya di depan Nursih." Ku kirim sms sambil menunggu di luar pagar.

Kemudian temanku ini keluar dari pintu kostnya dengan membawa sebuah tentangan besar. Firasat sudah mulai buruk. hehe.. Saat itu entah mengapa firasat yang datang cuma satu, yaitu : "Pasti ini Makanan" hehehe (n_n)v

N: "Ini ada sedikit rejeki buat kalian"
F: "Wah.. jangan repot-repot dong, Nursih" Jawabku sambil mengambil kresek putih besar itu.
N: "Udah gpp.. Eh, itu bukan nasi lho?"
F: "Eh?? terus?"
N: "Ya entar buka aja pas udah sampe." #penasaran'

Dan pada akhirnya tibalah saya di kamar tercinta. Kemudian tanpa basa-basi langsung membongkar bingkisan besar tersebut. Mau tau isinya apa? Haiihh.. pokoknya bikin ngiler setengah mati! Apalagi pas itu lagi shaum sehingga bertambah besar halusinasi untuk segera menyantap bingkisan itu.. #slurrp!



Harusnya yang satu buat @HelgaGeovani, tapi dia waktu sedang pulkam :(
Kesimpulan
________________
Makasih ya @NursihDwi! Pokoknya santap berbuka kali itu sangatlah special! :D

::: Mau tau resepnya? ternyata setelah saya buka-buka blog milik @NursihDwi, dia telah menulis step demi step tahapan pembuatan puding ini.. Haiih.. buruan coba deh..! cek disini ya >> "Chocolate Pudding Cake" :::
Read More